INFO SEKOLAH HUBUNGI

0251-8617795

Jalan Raya Curug RT.001, RW.006 Kode Pos 16517

BERITA

Focus Group Discussion (FGD) "Menggali Potensi Keunggulan Lokal dalam Implementasi Program kewirausahaan di SMAN 10 Depok"

Focus Group Discussion (FGD)

SMAN 10 Depok, 9 Agustus 2019. Focus Group Discussion atau yang lebih dikenal dengan singkatan FGD merupakan diskusi terfokus dari suatu kelompok untuk membahas suatu masalah atau topik tertentu dalam suasana informal dan santai. FGD yang dilakukan pada Jumat, 9 Agustus 2019 di Ruang Labarotorium IPA SMA Negeri 10 Depok adalah FGD yang terfokus membahas topik tentang kewirausahaan. FGD ini dilaksanakan mulai dari pukul 13.00 s.d. pukul 16.00. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Kewirausahaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan SMA Negeri 10 Depok. Tahun 2019 menjadi tahun kedua SMA Negeri 10 Depok menyelenggarakan program kewirausahaan ini. Ide yang dimunculkan pada tahun ini adalah kuliner yang berbahan dasar ketela (singkong).

Pemilihan kuliner dengan bahan dasar singkong ini bukan merupakan keputusan yang sembarang, melainkan berdasarkan proses berpikir dan analisis yang matang. Melihat dari kebutuhan manusia yang semakin hari semakin kompleks, peserta FGD berusaha mencari peluang terbesar untuk berwirausaha. Dengan dipandu oleh seorang fasilitator serta dibantu dua orang pegiat kewirausahaan, mereka berhasil mengerucutkan kebutuhan manusia yang pasti akan selalu dicari, menjadi salah satu kebutuhan primer dan sangat bisa menjadi peluang untuk berwirausaha. Kebutuhan tersebut yaitu kebutuhan manusia akan makanan. Hal ini semakin diperkuat dengan menjamurnya pedagang makanan mulai dari pedagang yang hanya menggunakan gerobak hingga pedagang yang memiliki resto dengan berbagai macam konsep.

Peserta FGD terdiri dari elemen Peserta Didik, guru, perangkat kelurahan, dan pegiat kewirausahaan. Sebanyak 59 Peserta Didik, 18 guru, 3 perangkat kelurahan, dan 2 pegiat kewirausahaan mengikuti kegiatan FGD ini. Namun, 3 perangkat kelurahan ini tidak mengikuti kegiatan hingga akhir. Mereka memberikan gambaran peluang-peluang apa saja yang bisa Peserta Didik-siswi peroleh dalam kewirausahaan di daerah Curug, Depok, Jawa Barat. Pihak kelurahan juga memberikan motivasi kepada Peserta Didik-siswi untuk menjadi pengusaha muda yang selalu optimis dan tidak mudah menyerah.

Setelah mendapat motivasi dan pengarahan oleh perangkat kelurahan dan fasilitator, seluruh Peserta Didik-siswi peserta FGD diminta untuk membentuk kelompok sebanyak 6 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan post it, spidol, dan paper chart. Mereka saling berdiskusi menganalis apa yang menjadi tantangan dan masalah guna menghasilkan solusi dengan menghadirkan produk-produk yang nantinya akan dijual. Setiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk menuliskan siapa target pelanggan yang akan menjadi mangsa pasar, kemudian menuliskan masalah apa yang kira-kira dialami oleh target pelanggan, setelah itu merumuskan produk apa yang bisa mereka ciptakan sebagai solusi dari masalah tersebut.

Target pelanggan, masalah dan produk yang berhasil mereka tulis di lembaran post it kemudian secara bergantian ditempel di paper chart masing-masing kelompok. Mengingat waktu yang terbatas, hanya perwakilan satu kelompok yang mempresantasikan hasil analisis mereka. Kelompok tersebut adalah kelompok 1, mereka memilih kelompok usia remaja atau istilah mereka itu adalah teenager sebagai target pelanggan mereka. Kelompok 1 menilai bahwa ada beberapa permasalahan yang dimiliki oleh para remaja di sekitar lingkungan sekolah diantaranya: banyak remaja yang melakukan diet, tidak sempat sarapan, dsb. Dari masalah-masalah yang ada, kelompok 1 merumuskan produk yang akan dijual yaitu pizza singkong, es krim singkong dan cup cake singkong. Dengan varian produk singkong ini, kelompok 1 optimis bisa menarik konsumen-konsumen remaja untuk membeli produk-produk mereka.(Lina)

KOMENTAR

BERITA LAINNYA Indeks